“Reeeessshaaaammmm !!!!” teriak Jodha sambil menampar muka Reesham cukup keras hingga bibir Reeshampun berdarah , tepat pada saat itu Rukayah juga mau menemui Reesham, tapi kemudian Rukayah segera bersembunyi dan mengawasi mereka dari kejauhan, Rukayah tidak menyangka kalau Jodha akan marah seperti itu.
Setelah Jodha pergi menjauh, Rukayah keluar dari persembunyiannya dan menemui Reesham didalam tahanan, pada sat itu Reesham sedang menangis dan darah dari dalam mulutnya semakin mengucur deras, sementara kedua tangannya diborgol. Begitu melihat Rukayah, Reesham berhenti menangis, “Aku melihat binar ketakutan dimatamu, Ratu Rukayah” kata Reesham, “Apa ??? ketakutan ???” ujar Rukayah,
“Apakah kamu pikir mereka akan mempercayai kamu ???” tanya Rukayah sinis, “Yaaa … mungkin tidak ! tapi paling tidak akan ada keraguan dibenak setiap orang , keragu raguan atau kecurigaan akan menghancurkan sebuah hubungan !” ejek Reesham lagi, “Kalau kamu akan mengungkapkan kebenaran, kamu lebih baik buka mulutmu !” ujar Rukayah sambil mengeluarkan sebuah botol racun yang sudah dibawanya sedari tadi, ketika Reesham melihat botol racun itu, Reesham sangat ketakutan,
Malam itu Jalal tidak bisa tidur, hatinya gelisah … Jalal termangu didepan jendela kamarnya, tiba tiba Jodha menemuinya, “Yang Mulia … kamu belum tidur ? hari sudah malam” tanya Jodha , “Aku tidak mengantuk, Ratu Jodha” ujar Jalal, “Aku sedang berfikir bagaimana caranya agar Salim belajar latihan berperang dari Todar Maal dan Maan Sigh” ujar Jalal lagi, “Dia hanya seorang anak kecil, Yang Mulia” bela Jodha, “Sekhu Baba bukan anak biasa, Ratu Jodha … tidaklah mudah untuk menjadi seorang Raja, dia harus belajar banyak hal” ujar Jalal,
“Yang Mulia, apakah kamu pernah melihat seekor ikan mengajari anaknya belajar berenang ? tidak kan ? seorang anak belajar dari orang tuanya … sama juga dengan Salim, Salim akan belajar semuanya dibawah bimbinganmu” kata Jodha, “Aku kira aku harus menjauhkan Salim dariku” ujar Jalal, “Kenapa dia harus belajar dari kamu, Yang Mulia ?” tanya Jodha, “Iyaaa itu pasti, Ratu Jodha … aku tidak ingin pengaruhku memberikan rintangan untuk menuju kesuksessannya nanti, Ratu Jodha” ujar Jalal lagi.
“Dia akan menjadi seperti yang kamu inginkan, Yang Mulia … tapi semua itu butuh waktu, buah akan matang pada waktunya diatas pohonnya, kamu tidak akan mendapat apa apa sebelum tiba saatnya” kata Jodha, Jalal tersenyum mendengar penjelasan istrinya, “Akan tetapi … aku mendapatkanmu sebelum waktunya, Ratu Jodha” ujar Jalal sambil membelai kepala Jodha dan merengkuhnya dalam pelukannya sambil tersenyum bahagia, Jodhapun menurut sambil tersenyum.
Di kamar Salim, saat itu Salim sedang bermain panah sendirian, kamarnya penuh dengan barang barang yang pecah akibat hentakan panah Salim, tak lama kemudian Moti memasuki kamar Salim, “Pangeran … jangan memanah disini, pergilah ke taman dan berlatihlah disana” kata Moti, “Aku adalah pewaris tahta Kerajaan ! aku bisa berbuat apapun sesuka hatiku !” bentak Salim sambil terus memanah, “Iyaaa … tapi ibumu adalah Mariam Uz Zamani dan dia telah meminta kamu untuk bersiap siap dan segera menemuinya” ujar Moti sambil mengambil busur dari tangan Salim tapi kemudian direbut kembali oleh Salim,
Salim mendatangi Rukayah yang sedang bersantai dikamarnya, saat itu Salim datang sambil menangis dan langsung memeluk Rukayah, “Aku tidak suka Mariam Uz Zamani …. aku tidak mau menemuinya” kata Salim sambil menangis, “Ada apa, Salim ? apa yang terjadi ?” tanya Rukayah,
“Salim, aku tahu apa yang dilakukan oleh Ratu Jodha itu salah, siapa itu Moti Bai ? dia hanyalah seorang pelayan dan kamu adalah seorang pewaris tahta Kerajaan, kamu bisa berbuat apapun sesuka hatimu pada seorang pelayan, Ratu Jodha memang lebih mementingkan pelayannya ketimbang anaknya sendiri !” ujar Rukayah , “Jangan khawatir, Salim … berhentilah menangis” pinta Rukayah,
“Bagaimana kalau Ratu Jodha menceritakan semuanya ke Yang Mulia ?” tanya Salim, “Yang Mulia pasti akan menjatuhi hukuman lagi padaku, bisa jadi dia akan membuang aku kembali !” kata Salim, “Tidak akan terjadi apa apa, aku ada disini untukmu, aku akan mengatur segalanya” ujar Rukayah sambil meluk Salim dan menyengir sinis seperti biasa.
Tiba tiba terdengar alunan music yang begitu merdu dibalkon istana, “Nampaknya Tansen sedang latihan music dengan lagunya” kata Jalal, “Ayoo … kita lihat, Yang Mulia … aku ingin mendengarkan bhajans” ujar Jodha, Jalalpun setuju, “Ayooo kita kesana !” ajak Jalal. Ketika mereka sampai diteras balkon istana, Jodha dan Jalal sangat terkejut begitu mengetahui bahwa yang bermain alat music adalah Mehtab, anak Bahksi Bano.
“Tansen, bagaimana Mehtab bisa bermain alat music ini ? padahal dia tidak bisa mendengar, iya kan ?” tanya Jalal, “Dia belajar sangat cepat, Yang Mulia … dia belajar apa yang dia lihat, dia melihat saya bermain musik kemudian mengambil alat music itu dan memainkannya, dia telah belajar dengan hanya melihat saja, Yang Mulia” ujar Tansen. “Kalau begitu, aku meminta kamu untuk melatihnya bermain music, Tansen !” kata Jalal, Tansenpun mengangguk tanda setuju.
Rukayah memasuki kamarnya, “Aku ingin bicara denganmu, Jalal” pinta Rukayah kemudian Jalal menyuruh semua pelayannya pergi meninggalkan mereka berdua, “Ada apa Rukayah ?” tanya Jalal, “Tolong … jangan marahi, Salim, aku tahu dia telah melakukan kesalahan dan kamu akan menghukumnya tapi dia hanya seorang anak kecil” bela Rukayah, “Apa yang kamu katakan, Rukayah ? kesalahan apalagi yang dia perbuat ?” tanya Jalal penasaran, “Apaaa ???? Jadi Ratu Jodha belum menceritakannya ke kamu tentang hal ini ? kalo begitu aku pergi saja …” ujar Rukayah sambil berbalik hendak meninggalkan Jalal, “Berhenti !!!” kata Jalal menghentikan langka h Rukayah, Rukayah tersenyum sinis mendengarnya, inilah saat yang tepat untuk memisahkan Jalal dan Jodha yaitu dengan cara membuat mereka saling bertengkar satu sama lain, Rukayah menyeringai senang. “Katakan ! apa yang Ratu Jodha sembunyikan dariku ?? katakan padaku yang sebenarnya Rukayah ?” pinta Jalal, kemudian Rukayah berbalik kembali kearah Jalal, “Sebenarnya, tadi Salim melukai Moti Bai, Jalal … secara tidak sengaja, aku kira Ratu Jodha akan menceritakannya padamu tentang hal ini, aku seharusnya tidak menceritakan soal ini ke kamu, Jalal … kalau Ratu Jodha juga tidak menceritakannya “ kata Rukayah sambil mengitari dibelakang Jalal, Jalal hanya diam mendengarkan cerita Rukayah, ada perasaan tidak suka ketika mengetahui Jodha menyembunyikan sesuatu darinya. “Maksudku ….tolong jangan hukum Salim, Jalal … dia hanyalah anak anak” pinta Rukayah memelas. Jalal hanya diam saja dengan muka marahnya yang kembali menghiasi raut wajahnya kemudian Jalal segera berlalu meninggalkan Rukayah, sementara Rukayah tersenyum girang, dalam hatinya berkata : “Sekarang pekerjaanku telah selesai ! sekarang kemarahan Jalal akan menyelesaikan semua pekerjaanku !” bathinnya sambil menyengir sinis.
“Eeeh …. Ini saya terpeleset di taman, Yang Mulia” jawab Moti sambil memegangi luka dikeningnya sementara Jodha hanya diam saja mendengarkan percakapan mereka sambil terus merapikan kuil Dewa Khanaa. “Aku pikir ada seseorang yang melemparkan sesuatu ke wajahmu, Moti … menyembunyikan kesalahan seorang Pangeran itu bukan hal yang baik, kamu sudah seperti bibi untuk Salim, kamu harus mengerti itu, sekarang … kamu boleh pergi” kata Jalal, Motipun berlalu dari sana meninggalkan Jodha dan Jalal, sementara itu Jodha yang sedari tadi duduk dibawah didepan kuil Dewa Kahna berdiri dan menghampiri kearah Jalal.
“Dia telah melukai Moti, itu adalah sebuah kekerasan … apa yang akan dia perbuat dimasa depannya ? aku akan menghukumnya, Ratu Jodha !” kata Jalal lagi dengan nada tinggi, “Ini bukan sebuah cara untuk menyelesaikan masalah, Yang Mulia” bela Jodha, “Aku harus menghukum pewaris tahta Kerajaan untuk kesalahannya, aku akan menghukumnya ! pelayan !!! panggil Sekhu Baba kesini !” perintah Jalal, Jodhapun kaget mendengarnya.... Sinopsis Jodha Akbar episode 389